Senin, 25 Januari 2016

Agrobisnis

Peternakan Sapi Perah


     Usaha ternak sapi perah di Indonesia masih bersifat subsisten oleh peternak kecil dan belum mencapai usaha yang berorientasi ekonomi. Rendahnya tingkat produktivitas ternak tersebut lebih disebabkan oleh kurangnya modal, serta pengetahuan/ketrampilan petani yang mencakup aspek reproduksi, pemberian pakan, pengelolaan hasil pascapanen, penerapan sistem recording, pemerahan, sanitasi dan pencegahan penyakit. Selain itu pengetahuan petani mengenai aspek tata niaga harus ditingkatkan sehingga keuntungan yang diperoleh sebanding dengan pemeliharaannya. Produksi susu sapi di dunia kini sudah melebihi 385 juta m2/ton/th dengan tingkat penjualan sapi dan produknya yang lebih besar daripada pedet, pejantan, dan sapi afkiran. Di Amerika Serikat, tingkat penjualan dan pembelian sapi dan produknya secara tunai mencapai 13% dari seluruh peternakan yang ada di dunia. Sementara tingkat penjualan anak sapi (pedet), pejantan sapi perah, dan sapi afkir hanya berkisar 3%. Produksi susu sejumlah itu masih perlu ditingkatkan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk di dunia ini. Untuk mencapai tingkat produksi yang tinggi maka pengelolaan dan pemberian pakan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan ternak, dimana minimum pakan yang dapat dimanfaatkan oleh ternak (terserap) diusahakan sekitar 3,5-4% dari bahan kering
Usaha peternakan sapi perah keluarga memberikan keuntungan jika jumlah sapi yang dipelihara minimal sebanyak 6 ekor, walaupun tingkat efisiensinya dapat dicapai dengan minimal pengusahaannya sebanyak 2 ekor dengan rata-rata produksi susu sebanyak 15 lt/hari. Upaya untuk meningkatkan pendapatan petani melalui pembudidayaan sapi perah tersebut dapat juga dilakukan dengan melakukan diversifikasi usaha. Selain itu melakukan upaya kooperatif dan integratif (horizontal dan vertikal) dengan petani lainnya dan instansi-instansi lain yang berkompeten.

     Ada berbagai jenis sapi di dunia ini dan jika Anda ingin membudidayakan sapi, salah satu jenis sapi yang wajib Anda coba budidayakan adalah sapi perah. Sapi perah merupakan sapi yang dapat menghasilkan susu dalam kuantitas besar. Dengan membudidayakan sapi perah, Anda bisa memulai sebuah bisnis susu, bisnis yang sangat menjanjikan mengingat susu merupakan produk yang selalu dibutuhkan oleh orang. Jika Anda berniat membudidayakan sapi perah, berikut adalah berbagai cara beternak yang dapat Anda coba lakukan.

Seleksi Bibit Sapi Perah
     Dalam pembudidayaan sapi jenis apapun, pemilihan bibit tak diragukan lagi merupakan salah satu langkah terpenting dan begitupun dengan pembudidayaan sapi perah. Bibit yang harus Anda pilih ketika hendak membudidayakan sapi perah yaitu sapi jenis Fries Holland atau sapi FH. Sapi jenis ini memiliki ciri-ciri yang meliputi kulit berwarna putih disertai dengan bercak hitam. Selain ciri-ciri yang bisa Anda lihat dari penampilan luar tersebut, ciri-ciri sapi jenis FH juga bisa Anda lihat melalui perilaku sapi dimana sapi jenis ini pejantannya biasanya agak ganas sedangkan betinyanya tenang dan sangat jinak.Ciri-ciri lain yang juga merupakan ciri utama sapi jenis ini yaitu produksi susunya yang melebihi sapi lain. Tentu saja, untuk membudidayakan sapi jenis ini, Anda harus memilih sapi yang berusia 3,5 tahun atau lebih serta sudah pernah beranak mengingat susu adalah produk utama yang Anda ingin hasilkan dari pembudidayaan sapi jenis ini.

Pembuatan Kandang Untuk Sapi Perah
     Ketika hendak membudidayakan sapi perah, pembuatan kandang yang sesuai dengan sapi jenis tersebut juga merupakan salah satu cara ternak yang paling penting. Sedikit berbeda dengan pembuatan kandang untuk sapi jenis lain, pembuatan kandang sapi perah haruslah berlokasi jauh dari pemukiman. Selain itu, kandang sapi juga harus terletak paling tidak 10 meter jauhnya dari tempat tinggal Anda dan selain itu, pelataran kandang tersebut harus mendapatkan supplai sinar matahari yang memadai. Untuk sapi pejantan, kandang bisa berukuran 1,5 x 2 meter sementara untuk sapi betina, kandang bisa berukuran 1,8 x 2 meter. Selain itu, temperatur di sekitar kandang juga harus tepat yaitu yaitu sekitar 25-40ºC.




Pemberian Pakan Sapi Perah
     Dalam pembudidayaan sapi perah, pemberian pakan yang tepat adalah sesuatu yang sangat penting dalam rangka pembesaran sapi tersebut. Pakan untuk sapi perah sendiri tidak jauh berbeda dengan pakan untuk sapi jenis lain yaitu rumput-rumputan seperti rumput raja, rumput benggala, rumput gajah, dan rumput-rumput lain. Selain rumput, kacang-kacangan seperti lamtoro, gamal, turi, serta berbagai jenis kacang-kacangan lain juga termasuk pakan yang dapat Anda berikan untuk sapi perah Anda. Tentu saja, cara budidaya sapi perah yang baik tak hanya meliputi pemberian rumput dan kacang-kacangan mengingat pemberian konsentrat seperti dedak, jagung kedelai, bungkil kelapa, dan masih banyak lagi jenis konsentrat lainnya juga tak kalah penting.

Cara Pemeliharaan Sapi Perah
     Selain pemberian pakan, hal lain yang tak kalah pentingnya dalam memelihara sapi perah yaitu memastikan kalau sapi tersebut sehat. Ada berbagai teknik beternak yang dapat Anda lakukan untuk memastikan kesehatan sang sapi termasuk pemeliharaan badan serta pengecekan masa birahi serta perkembangan reproduksi sapi tersebut. Dalam membudidayakan sapi perah, pembibitan merupakan sesuatu yang harus diawasi dengan seksama mengingat hal tersebut memiliki hubungan yang erat dengan produksi susu. Tentu saja, selain memperhatikan perkembangan reproduksi, penting juga untuk selalu memberikan vitamin sapi supaya sapi perah Anda senantiasa menghasilkan susu yang berkualitas.








Sumber : https://peternakanpadangpanjang.wordpress.com/page

Tidak ada komentar :

Posting Komentar