Senin, 25 Januari 2016

Tugas Kuliner

Pempek Palembang 

     Menurut sejarahnya, pempek telah ada di Palembang sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek-empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan “apek”, yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina. Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan “pek … apek”, maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai “empek-empek atau pempek”. Bahan baku utama pempek adalah ikan, sagu, air dan garam. Prinsip pengolahannya terdiri dari penggilingan daging ikan, pencampuran bahan lainnya.


     Pempek disajikan bersama saus berwarna hitam kecoklatan yang disebut cuka atau cuko (bahasa Palembang). Cuka dibuat dari air yang dididihkan, kemudian ditambah gula merah, cabe rawit halus, bawang putih, dan garam. Jenis pempek lainnya adalah pempek lenjer, pempek bulat atau “ada’an”, pempek kulit ikan, pempek pistel yang diisi irisan pepaya muda rebus yang sudah dibumbui.

Nilai Gizi pada pempek Palembang
    Pempek memiliki citra rasa yang khas dan enak, oleh karena itu sangat disukai masyarakat luas. Pempek sebagai makanan asli Palembang mengandung nilai gizi yang baik untuk konsumennya. Kandungan gizi utama pada pempek adalah protein, lemak, dan karbohidrat yang diperoleh dari ikan dan sagu. Kandungan gizi lainnya berupa vitamin dan mineral. Perbandingan ikan yang semakin banyak akan meningkatkan kadar lemak, protein, dan rasa enak pada pempek.

    Komposisi zat gizi pempek berbeda-beda menurut jenis serta bahan baku ikan yang digunakan. Pempek kapal selam memiliki kadar protein, lemak, dan kadar vitamin A lebih tinggi dibandingkan jenis pempek lainnya karena penambahan telur didalamnya. Pempek dalam porsi yang lengkap memiliki kandungan zat gizi yang lebih baik dibandingkan dalam bentuk satuan


Tempat dan Waktu
    Penelitian ini dilakukan di beberapa tempat, yaitu :
Gang Kober, Depok, Jawa Barat Indonesia.




Alat dan Bahan
    Alat-Alat pembuatan pempek instan dapat dilihat pada
Nama Alat-Alat dengan Jumlah
1 Wadah Besar 1
2 Kompor 1
3 Gelas 1
4 Nampan 1
5 Panci 1
6 Piring 1
7 Sendok 1
8 Mangkok kecil 4

                            Bahan-bahan yang dugunakan.

    Bahan-bahan yang digunakan dengan Jumlah
1 Sagu (Tepung Kanji) 0.5 kg
2 Ikan giling 0.5 kg
3 Air 0.25 gelas kecil
4 Bawang putih 2 siung
5 Garam 1 sendok teh
6 Gula 1 sendok teh

Tidak ada komentar :

Posting Komentar